" TERRJEBAK PERMAINAN BIRAHI PUTRI MAMBANG "
Semula ini hanya sebuah prosesi ritual ziarah biasa yang sudah lazim dilakukan orang di daerahku kesebuah Makam Keramat.Tak disangka, awal mulanya Aku terlibat Skandal Birahi Memabukkan di alam Siluman Putri Mambang. Mengairahkan, Namun sebuah petaka tak bisa kuelakkan................!!!! Mungkinkan ini sebuah kutukan ???
Masih teringat saat itu, tahun 1999. Bermula saat Aku, ibu , ibu mertuaku serta istriku melakukan ziarah ke Makam Keramat Putri Mambang.Makam tua seorang putri keturunan raja aceh ini terletak di sebuah desa dalam kecamatan Seunagan, kabupaten Nagan Raya. Dimana prosesi ziarah ini adalah sebuah hal yang wajib dilakukan oleh suami istri yang habis melahirkan. Ziarah ini dilakukan pada hari ke 47 setelah bersalin atau juga disebut dengan istilah turun anak atau injak tanah pertama bagi sijabang bayi. Kebetulan, istriku baru melahirkan anak pertama. Tentu saja saya selaku ayah si jabang bayi tidak ingin terjadi apa-apa dengan anak pertamaku. Meski sedikit berat hati, aku menuruti kemauan ibu yang rada aneh itu.
Aku pernah dengar tentang keangkerang dari kelompok putri mambang itu. Hal ini aku dengar dari nenek,dan nenek waktu itu langsung membuktikan sendiri saat ziarah dulu. Dalam tradisi kami orang Aceh,khususnya Daerah Nagan Raya yang masih kuat adat istiadat/resam budayanya. Untuk mertua yang menantunya hamil pertama,diadakan acara antar nasi (intat bu). Hal ini dilakukan menjelang usia 6-7 bulan usia kehamilan. Dimana untuk ini ibu mertua membuat dandang lauk pauk 7 lapis dan dalung nasi serta dandang berisi aneka buah buahan. Disamping itu,ditambah lagi rantang-rantang bawaan para kerabatnya. Sedangkan untuk mengatar kerumah besan/menantunya itu diajaklah orang-orang kampung. Bisa dibayangkan betapa semaraknya acara resam antar nasi ini.
Untuk prosesi selamatannya, diantarlah barang 2-4 pasang rantang tadi yang berisi lauk pauk kerumah leluhur putri mambang. Dirumah tua bermotif aceh itu hanya ditempati oleh ibunda putri mambang seorang diri, nasi tersebut dibuat kenduri untuk menjamu anak-anak yatim piatu. Nah,saat itulah nenek mendengar hal-hal yang ganjil. Saat itu, nenek sampai kerumah itu sudah sore,kira-kira jam ; 4.50 Wib. Saat itu didaerah kami belum ada listrik. Sehingga kalo malam suasana menjadi gelap gulita hanya ada penerangan dari lampu dinding/teplok. Usai acara jamuan anak yatim, hari sudah malam. Nenek tidak segera pulang, ia asyik ngobrol dengan ibunda putri mambang.
Rumah pangung besar milik raja Nagan itu, sangat luas. Terdapat bilik bilik besar dan aula. Salah satunya ada bilik putri mambang yang tak boleh dimasuki siapapun selain oleh ibunya. Kamar itu harus dihias seperti kamar pengantin dan harus selalu bersih, jika malam hari harus dinyalakan sebuah lampu teplok didalamnya. Hal ini tetap dilakukan oleh ibunya demi kecintaan pada anak putrinya meski ia sudah tidak lagi hidup dialam nyata.
Tiba-tiba dari dalam kamar itu terdengar suara gadis-gadis ramai sekali sedang bercengkerama. Sesekali terdengar suara tawa cekikikan. Nenek merasa takut dan bulu kuduknya berdiri, hal ini diketahui oleh ibu putri mambang. “ Cut kak nggak usah takut,itulah anak saya dan para pengikutnya sudah pulang. Hal ini sudah biasa dirumah ini sejak puluhan tahun lalu “ ujar ibu putri mambang menenangkan nenek yang sedari tadi nampak gugup. “ Cut Nyak, apa hal ini berlaku setiap malam ? “ tanya neneku. “ Iya, makanya aku selalu menyalakan lampu tiap malam dikamarnya. Karena putri akan selalu pulang dengan dayang dayang nya.” Sahutnya.
“ kalo tidak dinyalakan,gimana ? “ tanya nenek lagi.
“ Ada sekali saya lupa, saat itu saya telat pulang dari acara kenduri dirumah saudara yang jauh. Putri mengobrak abrik seluruh ini rumah dan memukuli adeknya hingga pingsan ! “
“ Terus, apa yang mereka lakukan dikamar itu,Cut Nyak ? “ tanya nenek.
“ Apa lagi kalo bukan mengadu birahi,setelah seharian terbang keliling daerah untuk mencari korbannya. Dasar anak sudah mrnjadi setan ! “ jawab CutNyak dengan nada marah.
Memang, soal adanya anak-anak bayi yang dijadikan koeban sudah sering kali terjadi. Disamping itu, putri mambang juga suka mengambil korban dari ibu-ibu muda yang mau melahirkan. Diantaranya ada yang dilepaskan setelah adanya transaksi penukaran tumbal dengan ayam hitam putih, dan lainnya sesuai kesepakatan pada saat trance ketubuh mediumnya.
Pembaca budiman, sekarang kita kembali ke inti dari kisah yang saya alami. Setelah selesai prosesi ritual injak tanah pertama bayi saya di tanah makam putri mambang itu. Setelah usai,ibu,istriku dan ibu mertua langsung kembali kerumah ibu CutNyak. Sedangkan aku tinggal sendiri dikomplek makam. Aku bermaksud untuk sholat hajat dan wirid di Makam itu. Setelah usai shalat terus aku wirid. Saat wirid itulah, tanah makam terasa bergetar hebat. Aku berpikir ini pasti sedang gempa bumi. Aku tak beranjak dari tempat wirid dan terus wirid. Bau bunga melati semakin mencokol hidung, namun aku tetap tak bergeming. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang wanita “ Apa yang kamu lakukan disini....? “ tanya suara tanpa wujud.
“ Maafkan saya, saya hanya melengkapi ritual turun anak saya dengan berdoa disini ! “ jawabku.
“ Sudah cukup zikirnya, jika kau ingin menyempurnakan prosesinya. Datanglah kerumahku nanti malam. Ingat tak boleh ada yang tahu tentang ini,termasuk istrimu ! ‘ ujar suara itu lagi. Karena penasaran dengan wujud dari Putri Mambang yang sudah melegenda dan ditakuti masyarakat didaerah Barat Selatan ini akupun menyanggupinya.
“ Baiklah, saya akan datang ! “ ujarku kemudian.
Malam harinya,setelah shalat isya. Aku bergegas kerumah tua milik almarhumah putri. Pada ibunya itu aku berbohong ingin melakukan ritual semedi. Hal ini aku lakukan agar si ibu mengizinkan aku masuk dalam kamar putri yang sakral itu. Benar saja, mendengar keinginanku itu. Si ibu tidak keberatan dan mengizinkan aku masuk. Perasaanku ngeri juga begitu mendekati pintu kamar. Bau wangi bunga dan kemenyan begitu menyengat hidungku.
Kulirik jam ditanganku sudah menunjukkan pukul; 10.27 malam. Aku segera duduk persis didepan ranjang yang ditutupi kelambu warna kuning ini. Nampaknya sangat bagus dan terurus. Hanya diterangi sebuah lampu dinding kecil, membuat suasana dalam kamar begitu temaram.
Baru sejenak aku duduk, tiba-tiba aku mendengar suara gaduh dan tawa cekikan dari luar. Benar saja, putri dan beberapa pengikutnya sudah datang. Mereka nampak terbang dari arah barat,dan hal ini jelas kulihat dari balik jendela yang sengaja kubuka. Sekejab mereka sudah berdiri didepanku, sungguh sangat cantik dan elok sekal parasnyai. Begitu juga dayang-dayangnya. Semua cantik-cantik dan masih belia. Aku jadi terkesima dibuatnya. “ eh,kenapa benggong ? Kamu takut pada kami ? Tanya putri. Aku tersentak, “ Bu....bukan putri, saya ingat .........,” aku tak dapat meneruskan kata kata lagi. “ Yah,sudahlah. Kamu tahu,kenapa kamu kusuruh datang kerumahku ini ? “ tanya putri lagi.
“ Ti...tidak putri ! “ jawabku
“ Karena aku suka pada kamu. Oleh karena itu, kamu mesti mau membantuku ?! “
“ Membantu apa,putri ? “
“ Kamu harus mau menjadi Kekasihku. Aku tahu kamu sudah beristri. Tapi itu bukan alasan untuk menolaknya. “
Belum sempat aku menjawabnya,putri sudah memelukku dan merebahkan di ranjang empuk miliknya. Sementara para dayang-dayangnya duduk mengelilingi tempat tidurnya. Malam itu aku bagai terhipnotis dan menuruti semua kemauannya. Entah berapa kali aku klimaks dibuatnya, yang jelas pagi harinya badanku lemas lunglai jadinya.
Begitulah, tiap malam jum’at aku harus kerumahnya untuk melayani nafsu putri mambang. Jika tidak,nyawa anak istriku jadi taruhannya. Seperti orang tahu,putri adalah sebuah mitos menakutkan. Tapi bagiku tidak sekedar mitos lagi tapi sebuah kenyataan. Layaknya cerita nyi roro kidul di Tanah Jawa. Ingin rasanya aku segera lepas dari cengkeraman Permainan birahinya. Tapi rasanya aku tidak bisa. Sebenarnya,apa yang kualami ini tidak seorangpun tahu selain diriku sendiri. Termasuk istri dan kedua orangtuaku.
Karena sudah tidak mau dipengaruhinya lagi, aku pamit pada istri dan kedua orang tua untuk merantau ke Medan. Seteah mendapat izin mereka, akupun berangkat. Tujuannya adalah ke Belawan,tepatnya di Sicanang. Disana aku punya Pakcek, kebetulan pakcek ku punya tambak luas. Aku bisa kerja membantunya di tambak atau juga pergi melaut.
Sudah enam bulan lamanya aku tinggal di Belawan. Penghasilanku dari melaut tidak menentu. Kadang dapat banyak kadang tidak dapat sama sekali. Meski begitu,untuk makan aku sudah pusing lagi. Karena pakcek ku yang nanggung. Jadi, jika ada kelebihan uang aku masuh sempat kirim kekampung buat istri. Meski Cuma sedikit, yang penting ada.
Menjelang bulan ketujuh, aku dapat surat dari kampung. Isinya mengatakan bahwa anakku satu-satunya sudah meninggal. Sedihnya bukan main,ini pasti perbuatan putri mambang. Jahannam !” geramku.
Pakcek menyuruhku untuk segera pulang.. Olehnya aku dikasih biaya untuk ongkos pulang. Rasa menyesal,sedih dan sakit hati berkecamuk saat itu. Andai si putri manusia biasa,pasti aku akan menuntut balas.Tiba dikampung aku mendapati pusara anakku yang masih merah.Taburan bunga-bunga masih nampak segar. Sudah tiada lagi isak tangis bayi mungil dirumahku. Sepi,sunyi !
Dua minggu berselang, aku jatuh sakit. Kedua pahaku terasa panas bagai dipanggang api. Tidak bisa bergerak maupun jalan. Akhirnya lumpuh,dokter bilang aku terkena penyakit cikungunya. Namun, paranormal bilang aku dipukuli oleh Jin...? Oh tuhan, inikah hukuman pada hambaMu yang telah mengabaikan semua perinta Mu. Jika iya, Ampunilah semua dosa-dosaku,semua kesalahanku, cukupkan semua ini hanya padaku saja. Tuhan,terimalah taubatku......!
( Kisah ini dialami oleh: Jalil seperti diceritakan pada Yusmadani.ART dari Misteri )
Minggu, 08 Juli 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
Rekan netter,
Anda mau mendapat penghasilan tambahan yang luar biasa besar Rp.1-5 juta / bulan ? Hanya dengan membuka internet. Anda bisa joint/gabung di website mesing uang dibawah ini ;
- www.milyaderclub.com
- www.acehbangkit.com
- www.acehbisnis.com
- www.klikkaya.com/id=adiyus
- www.tambangmas.com/id=adiyus
- www.jutawanperkasa.com/id=adiyus
Posting Komentar